Sunday, December 29, 2019

CINTA SUCI SANDI 02


                Sandi yang kebingungan mencari dompetnya itu, pada jam-jam kerja sandi tidak fokus dengan pekerjaannya, dan sandi lebih memilih untuk meminta ijin ke atasan sandi untuk pergi keluar sebentar, untuk mengurus keperluan dadakan. Di sela-sela sandi keluar kantornya sandi mengingat sesuatu, akhirnya dia teringat pada saat dia mengantarkan barang kepada costumer yang terakhir ia layani. Dan sandipun bergegas mendatangi perempuan yang ia temui pada waktu itu.

            Dijalan sandi mengayuh sepedanya dengan hati-hati, dan lebih memilih untuk mengamankan diri dan memberikan kenyamanan untuk pengendara lainnya untuk lewat. Dengan semangat.!, sandi langsung menuju alamat yang terakhir dia datangi, dan akhirnya sandi telah sampai di tempat tujuan. Di luar gerbang sandi menekan tombol bel alarm rumah itu, percobaan pertama tidak membuahkan hasil, percobaan kedua, sandi menekan kembali, “teeeeeettttttt” (bunyi bel alarm), akhirnya percobaan ketigapun tidak membuahkan hasil.

            Pada akhirnya sandi lebih memilih untuk menunggu, waktu menandakan sudah agak sore, sekitar pukul 15.40. sandi bingung harus memberikan keterangan apa untuk atasannya, dikarnakan sandi sudah mengambil jam kerja untuk ijin mencari dompetnya yang hilang. Sandipun akhirnya memberikan kabar keatasanya jika sandi lebih memilih untuk mengambil kerja setengah hari, dikarnakan ada keperluan mendadak. Atasan sandipun bingung dengan sikap sandi, karna tidak biasanya sandi ijin dadakan seperti ini, akhirnya atasan sandipun menelfon sandi kembali dan menanyakan kenapa sampai ia mau meninggalkan jam kerjanya untuk keperluan dadakan itu, sandipun memberikan keterangan yang sebenarnya kepada atasannya, dan atasannyapun teringat dengan kejadian pas, sandi ijin tadi, lalu sandi meninggalkan kantor.

Teringat atasannya kalau ada seorang perempuan shaliha mendatanginya dan memberikan dompet sandi yang tertinggal di rumahnya, sewaktu sandi mengantarkan barangnya. Atasan sandipun langsung menyuruh sandi untuk kembali ke kantor untuk mengambil dompetnya. Sandipun langsung menuju kantor, di waktu perjalanan sandi lebih memilih untuk menunaikan shalat ashar dulu, dikarnakan sandi akibat menunggu perempuan itu di rumahnya sandi melewatkan waktu shalat asharnya. Selesai shalat ashar sandi berselipan dengan seorang perempuan, entah kenapa sandi tidak sadar kalau perempuan itu adalah perempuan yang pemillik barang itu, tanpa menyadarinya sandi karna terburu-buru.

Sesampainya sandi di kantor, sandi langsung menemui atasannya yang saat itupun sedang duduk manis mengerjakan programkerjanya, sandi langsung menyapa atasnnya, pak arif namanya. Pak arif sendiri menyapa kembali sandi dan mengembilakn dompet yang sudah tadi perempuan itu berikan. Dengan menyodorkan tangannya sandi niat menerima dompet tersebut, sandi keheran-heran dengan dompetnya yang tidak seperti miliknya. Dompet yang ia terima saat ini, sangat jauh berbeda dengan miliknya, dan sandipun bertanya kepada pak arif atasannya, “maf pak bukan ini dompet milik saya, dompet saya melainkan sudah usang, dan banyak sekali tambalan, di luar dan dalam dompet itu”. Pak arifpun menjelaskan bahwa ada pesan dari perempuan yang memberikan dompet, dan memberikan pesan bahwa itu milik saudara sandi.

Karna perempuan itu sangat tersentuh hatinya, ketika melihat keadaan dompet sandi, perempuan itupun berniatan membelikan dompet buat sandi yang baru, semoga ia tidak menyalahi tindakannya karna sudah membelikan dompet baru untuk sandi. Dan perempuan itupun memberikan pesan jika semua isinya sama persis yang ada di dalam dompet sandi yang dulu. Lalu sandi kembali bertanya, “lalu dimana dompet yang dulu ia miliki,?, apakah di buang atau dikemanakan”. “Tidak di buang sandi”, jawab pak arif. Pak arifpun memberikan keterangan jika dompet yang dulu sandi miliki masih di tangan perempuan itu, dan perempuan itu lebih memilih untuk menyimpannya, dikarnakan perempuan itu mendapati pelajaran dari dompet sandi itu. Sandipun bingung lalu sandi sangat bahagia tetapi disamping itu sandi sangat tersentuh hatinya, dikarnkan tidak seharusnya perempuan itu membelikan dompet baru untuknya. Dengan perasaan yang berat hati karna menerima dompet baru dari perempuan itu, sandi meminta ijin kepada pak arif untukmenemui perempuan itu lagi. Sandi memberikan kabar ke pak arif kalau hari ini sandi memohon maaf untuk bekerja setengah hari dalam jam kerjanya.



BERSAMBUNG……………………