Sandi yang kebingungan
mencari dompetnya itu, pada jam-jam kerja sandi tidak fokus dengan pekerjaannya,
dan sandi lebih memilih untuk meminta ijin ke atasan sandi untuk pergi keluar
sebentar, untuk mengurus keperluan dadakan. Di sela-sela sandi keluar kantornya
sandi mengingat sesuatu, akhirnya dia teringat pada saat dia mengantarkan
barang kepada costumer yang terakhir ia layani. Dan sandipun bergegas
mendatangi perempuan yang ia temui pada waktu itu.
Dijalan
sandi mengayuh sepedanya dengan hati-hati, dan lebih memilih untuk mengamankan
diri dan memberikan kenyamanan untuk pengendara lainnya untuk lewat. Dengan
semangat.!, sandi langsung menuju alamat yang terakhir dia datangi, dan
akhirnya sandi telah sampai di tempat tujuan. Di luar gerbang sandi menekan
tombol bel alarm rumah itu, percobaan pertama tidak membuahkan hasil,
percobaan kedua, sandi menekan kembali, “teeeeeettttttt” (bunyi bel alarm),
akhirnya percobaan ketigapun tidak membuahkan hasil.
Pada
akhirnya sandi lebih memilih untuk menunggu, waktu menandakan sudah agak sore,
sekitar pukul 15.40. sandi bingung harus memberikan keterangan apa untuk
atasannya, dikarnakan sandi sudah mengambil jam kerja untuk ijin mencari
dompetnya yang hilang. Sandipun akhirnya memberikan kabar keatasanya jika sandi
lebih memilih untuk mengambil kerja setengah hari, dikarnakan ada keperluan
mendadak. Atasan sandipun bingung dengan sikap sandi, karna tidak biasanya
sandi ijin dadakan seperti ini, akhirnya atasan sandipun menelfon sandi kembali
dan menanyakan kenapa sampai ia mau meninggalkan jam kerjanya untuk keperluan
dadakan itu, sandipun memberikan keterangan yang sebenarnya kepada atasannya,
dan atasannyapun teringat dengan kejadian pas, sandi ijin tadi, lalu sandi
meninggalkan kantor.
Teringat atasannya kalau
ada seorang perempuan shaliha mendatanginya dan memberikan dompet sandi yang
tertinggal di rumahnya, sewaktu sandi mengantarkan barangnya. Atasan sandipun
langsung menyuruh sandi untuk kembali ke kantor untuk mengambil dompetnya. Sandipun
langsung menuju kantor, di waktu perjalanan sandi lebih memilih untuk
menunaikan shalat ashar dulu, dikarnakan sandi akibat menunggu perempuan itu di
rumahnya sandi melewatkan waktu shalat asharnya. Selesai shalat ashar sandi
berselipan dengan seorang perempuan, entah kenapa sandi tidak sadar kalau
perempuan itu adalah perempuan yang pemillik barang itu, tanpa menyadarinya
sandi karna terburu-buru.
Sesampainya sandi di
kantor, sandi langsung menemui atasannya yang saat itupun sedang duduk manis
mengerjakan programkerjanya, sandi langsung menyapa atasnnya, pak arif namanya.
Pak arif sendiri menyapa kembali sandi dan mengembilakn dompet yang sudah tadi
perempuan itu berikan. Dengan menyodorkan tangannya sandi niat menerima dompet
tersebut, sandi keheran-heran dengan dompetnya yang tidak seperti miliknya. Dompet
yang ia terima saat ini, sangat jauh berbeda dengan miliknya, dan sandipun
bertanya kepada pak arif atasannya, “maf pak bukan ini dompet milik saya,
dompet saya melainkan sudah usang, dan banyak sekali tambalan, di luar dan
dalam dompet itu”. Pak arifpun menjelaskan bahwa ada pesan dari perempuan yang
memberikan dompet, dan memberikan pesan bahwa itu milik saudara sandi.
Karna perempuan itu
sangat tersentuh hatinya, ketika melihat keadaan dompet sandi, perempuan itupun
berniatan membelikan dompet buat sandi yang baru, semoga ia tidak menyalahi
tindakannya karna sudah membelikan dompet baru untuk sandi. Dan perempuan
itupun memberikan pesan jika semua isinya sama persis yang ada di dalam dompet
sandi yang dulu. Lalu sandi kembali bertanya, “lalu dimana dompet yang dulu ia
miliki,?, apakah di buang atau dikemanakan”. “Tidak di buang sandi”, jawab pak
arif. Pak arifpun memberikan keterangan jika dompet yang dulu sandi miliki
masih di tangan perempuan itu, dan perempuan itu lebih memilih untuk
menyimpannya, dikarnakan perempuan itu mendapati pelajaran dari dompet sandi
itu. Sandipun bingung lalu sandi sangat bahagia tetapi disamping itu
sandi sangat tersentuh hatinya, dikarnkan tidak seharusnya perempuan itu
membelikan dompet baru untuknya. Dengan perasaan yang berat hati karna menerima
dompet baru dari perempuan itu, sandi meminta ijin kepada pak arif untukmenemui
perempuan itu lagi. Sandi memberikan kabar ke pak arif kalau hari ini sandi
memohon maaf untuk bekerja setengah hari dalam jam kerjanya.
BERSAMBUNG……………………